Banjir Mengepung Jakarta

Gambar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin (2/4) hingga kemarin menyebabkan banjir di sebagian wilayah Jakarta. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, tidak ada korban jiwa dalam banjir di Jakarta, kali ini.

“Tidak ada korban jiwa dari banjir tersebut. Ratusan rumah terendam banjir, sebagian masyarakat mengungsi dan kemacetan parah terjadi di beberapa tempat,” katanya dalam pesan singkatnya, Rabu (4/4) pagi.

Banjir tersebut terjadi akibat luapan Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Krukut dan menggenangi wilayah di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Tangerang. Ketinggian banjir mencapai 1,5 meter. “Sedangkan sebagian masyarakat terendam akibat luapan Kali Ciliwung,” katanya.

Di Jakarta Timur banjir terjadi di Kecamatan Pasar Rebo (Kelurahan Kali Sari dan Cijantung) dan Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Kampung Melayu). Di Jakarta Selatan terjadi di Kecamatan Pesanggrahan (Kelurahan Cipedak dan Ulujami), serta Kecamatan Kebayoran Baru (Kelurahan Petogogan).

Kemacetan parah terjadi di beberapa tempat Di Kecamatan Pesanggrahan dan Kebayoran baru akibat 6 RW yang terendam dengan pengungsi 850 jiwa, karena tergenang banjir setinggi 30-150 cm. Sementara di wilayah Kampung Melayu, wilayah terkena banjir RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 05, RW 07, warga terdampak 1.068 KK dengan ketinggian genangan 20-100 cm.

Posko Banjir dan tempat pengungsian untuk mengantisipasi banjir sejak kemarin pagi sudah disediakan di aula berkapasitas 500 jiwa dan beberapa tenda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta bersama Sudinkes dan Dinas Suku Dinas PU Jaktim sudah siap di lokasi

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/04/m1xgiq-banjir-mengepung-jakarta

Iklan

Penyelidikan Polisi Selesai, Pasar Baru Dibangun

Gambar

PESAWARANPRINGSEWU – Pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Sarinongko, Kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu, Pringsewu, Jumat malam (25/5), mulai mendirikan lokasi berdagang sementara. Lokasinya berada beberapa meter dari los yang terbakar.

    ’’Sementara, ya berdagang di depan. Daripada berhenti berdagang,” kata Darto yang toko anaknya ikut terbakar.

Selain membuat lapak sementara, pedagang juga berdagang di hamparan.

    Berdasar pantauan Radar Lampung kemarin, pembuatan lapak sementara itu dilakukan bergotong-royong. Ada yang sibuk menggergaji kayu, sementara yang lainnya memaku.

Ada juga pedagang yang memilih memperbaiki  tokonya yang terbakar. Atap yang semula asbes diganti dengan plastik. Seperti yang dilakukan pedagang di sisi selatan pasar.

Pemilik Pasar Sarinongko, Hi. Bambang Waluyo Utomo, mengatakan, perbaikan dilakukan setelah penyelidikan oleh polisi selesai. ’’Setelah selesai  dilakukan pemeriksaan di lokasi pasar yang terbakar, baru dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

    Sebagai langkah awal, Bambang mengatakan akan dilakukan pembersihan. ’’Kita targetkan dalam tempo satu minggu sudah dilakukan pembersihan. Setelah diinventarisasi, baru dilakukan perbaikan atau pembangunan. Kalau kerusakan bangunannya parah, kita robohkan dan dibangun yang baru,” papar Bambang.

Lebih jauh Bambang mengatakan, untuk menambah fungsi keamanan bangunan, dalam pembangunannya kelak akan dipasang ring balok. ’’Ini untuk merekatkan bangunan yang masih bisa diperbaiki,” sebut dia.

    Kemudian atap yang semula menggunakan konstruksi kayu dan asbes diganti kerangka baja ringan serta seng. ’’Selain ringan, kualitasnya juga tak meragukan. Sehingga dapat nyaman dan aman dipakai lagi berdagang,” kata dia.

    Diketahui, kebakaran itu menyebabkan kerugian sekitar Rp1,6 miliar. Ini kerugian bangunan. Belum termasuk barang dagangan yang ludes dilalap si jago merah. Artinya, nilai kerugian bisa lebih dari Rp1,6 miliar.

    Bambang mengatakan bahwa nilai kerugian bangunan itu dengan asumsi harga per kios Rp10 juta. ’’Kalau dihitung jumlah kerugian dari 168 kios yang terbakar sekitar Rp1,6 miliar. Ini baru bangunannya. Belum termasuk kerugian barang dagangan yang ikut terbakar. Kalau ditotal nilai kerugiannya lebih besar lagi,” ujar Bambang, Sabtu (26/5)

    Hi. Beno, putra Hi. Bambang, menambahkan, total kios di Pasar Sarinongko sebanyak 372 unit. Sementara 168 kios yang terbakar dibangun setahun lalu. ’’Sebelumnya, kios yang terbakar merupakan bangunan kayu. Seiring berkembangnya wilayah ini, kami tingkatkan menjadi bangunan semipermanen,” ungkapnya.

Terkait kebakaran itu, Minggu (27/5), Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Selatan memeriksa lokasi kebakaran. Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 08.00–11.00 WIB. Petugas yang melakukan pemeriksaan mengambil sampel abu dan arang sisa kebakaran serta akan dibawa ke Palembang untuk diperiksa dan mengetahui penyebab kebakaran.

    Di bagian lain, upaya memaksimalkan penanganan bencana kebakaran dilakukan Pemkab Pringsewu dengan menambah armada pemadam kebakaran. Hal ini dilakukan secara bertahap.

    Bupati Pringsewu K.H. Sujadi Saddat mengatakan, penambahan armada pemadam kebakaran ini sebanyak dua unit. Satu unit dianggarkan melalui APBD Perubahan 2012 dan satu unit berkapasitas 15 ribu liter pada APBD 2013. Kini kabupaten pecahan Tanggamus itu hanya memiliki satu unit mobil pemadam kebakaran. (sag/c2/ais)

http://www.radarlampung.co.id/read/lampung-raya/pringsewu/49821-penyelidikan-polisi-selesai-pasar-baru-dibangun-

Toko dan Tambal Ban Terbakar

Gambar

PRINGSEWU – Baru beberapa hari lalu kebakaran meluluhlantakkan 168 kios di Pasar Sarinongko, pada pukul 18.45 WIB tadi malam kobaran api juga meludeskan toko dan kios bensin serta tambal ban milik Nainggolan (50) di Pekon Sidoarjo, Kecamatan Pringsewu, Pringsewu.

Api dengan cepat merembet membakar bangunan yang sebagian besar terbuat dari papan itu. Semua barang-barang dalam toko terbakar, termasuk motor yang akan ditambal, juga hangus menyisakan kerangka.  

    Salah satu warga, Agus, mengatakan, ketika lewat di jalan yang tepat berada di depan kios, dilihatnya api masih kecil. Namun,  tak lama api langsung membesar. ’’Api langsung membesar. Spontan, langsung telepon pemadam kebakaran. Bahkan empat mobil yang parkir di sekitar areal itu langsung menghindar,” ungkapnya.

    Sementara mobil pemadam kebakaran Pringsewu yang datang ke lokasi tak berapa lama setelah kejadian berusaha memadamkan api. Namun, karena kapasitas mobil pemadam kecil dan kehabisan air sehingga terpaksa melakukan pengisian  ulang.

    Kapolsek Pringsewu Kompol Hepi Hasasi mewakili  Kapolres Tanggamus AKBP Bayu Aji, S.I.K. mengatakan, dugaan api berasal dari samping kios bensin. Sementara, motor milik seseorang yang bocor belum ditambal. ’’Masih ditelusuri penyebabnya,” ujarnya.

Mengenai kerugian, dikatakan Kapolsek Pringsewu, kisaran Rp45 juta.  

    Sementara terkait kebakaran di Pasar Sarinongko, menurut Kapolsek, pihaknya masih menunggu kesimpulan dari hasil penelitian Tim Labfor Palembang, Sumatera Selatan. ’’Kami masih menunggu hasilnya dari Tim Labfor,” ungkapnya seraya menyebutkan,  pemilik kios di pasar  yang terbakar sudah dibolehkan melakukan pembersihan.  

    Dari pantauan wartawan koran ini, garis polisi yang sebelumnya mengitari lokasi kebakaran sudah dilepas.  Sejumlah orang juga tengah sibuk di lokasi kios yang terbakar. Ada yang juga mulai mengangkati  sisa-sisa barang yang terbakar. (sag/rnn/c2/adi) 

 

 http://www.radarlampung.co.id/read/lampung-raya/pringsewu/49909-toko-dan-tambal-ban-terbakar-

49 Siswa SMA di Pringsewu Tak Lulus UN

Gambar

TRIBUNNEWS.COM, PRINGSEWU – Sebanyak 49 dari 2.355 siswa peserta Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Pringsewu tidak lulus. “Kelulusan SMA  97,9 persen, sebanyak 49 tidak lulus,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Samsir saat dihubungi Jumat (25/5/2012).

Ia mengungkapkan  siswa yang paling banyak  tidak lulus dari sekolah swasta, yakni SMA Xaverius Pringsewu sebanyak 15 orang. Sedangkan untuk sekolah negeri, SMA N I Pringsewu sebanyak empat orang. Mereka yang tidak lulus ini adalah siswa jurusan IPS.

Sedangkan kelulusan siswa SMK, tambah Samsir, lebih tinggi mencapai 99,9 persen dari 3.011 peserta UN SMK. Hanya satu siswa SMK tidak lulus.Sedangkan  456 siswa MA, menurut Samsir kewenangannya di Departemen Agama (Depag).

Samsir mengungkapkan, bahwa siswa yang tidak  lulus ini masih memiliki kesempatan mengikuti paket C.”Kualitas ijazahnya sama, bisa digunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi, dan  kerja. Jadi jangan khawatir,” tukasnya.

Menurut Samsir, ketidak lulusan siswa itu kemungkinan dikarenakan mengerjakan soal UN secara apa adanya.”Kan kita lihat sendiri, pada saat pelaksanaan UN waktu itu tidak ada kunci jawaban yang beredar,” ungkapnya.

Disdikbudpar Pringsewu melarang keras aksi corat-coret baju, konvoi dan kebut-kebutan di jalan bagi para siswa yang merayakan kelulusan SMA/SMK/MA hari ini, Sabtu (26/5). Samsir mengatakan, untuk mengantisipasi tindakan tersebut  sesuai hasil Momerandum of Understanding (MOU) antara Disdikbudpar dengan Polresta Tanggamus, pengumuman kelulusan diberikan kepada wali murid.

Selain itu Samsir menyarankan, ketimbang melakukan aksi corat-coret, konvoi dan kebut-kebutan di jalan raya lebih baik para siswa membudayakan sujud syukur. Sujud syukur dapat dilakukan sesuai dengan keyakinan masing-masing siswa.

Sedangkan untuk pakaian seragam, menurutnya lebih bermanfaat jika disumbangkan ke adik kelas yang tidak mampu dari pada dicorat-coret. Sebelumnya Samsir yakin kelulusan siswa SMA/SMK/MA di Pringsewu lebih dari 90 persen.

“Nilai kesempurnaan 100 persen itu kan hanya milik Allah, kalau diatas 90 persen lulus yakin bisa,” ujarnya. Sementara di Kabupaten Pesawaran seluruh peserta UN SMA/SMK/MA lulus semua.”100 persen lulus,” ungkap plt Kadisdik Pesawaran Yahtar saat dihubungi Jumat

http://www.tribunnews.com/2012/05/25/49-siswa-sma-di-pringsewu-tak-lulus-un

The Virgin dan Nidji Mengentak Pringsewu

TRIBUNNEWS.COM, PRINGSEWU – The Virgin dan Nidji menghibur ribuan penonton di Lapangan Kuncup, Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Lampung, Sabtu (19/5/2012) malam.

Dua band papan atas tampil dalam sebuah konser bertajuk ‘Surya Profesional Mild Tour’. Aksi panggung The Virgin dan Nidji yang baru kali pertama digelar di Pringsewu, berlangsung tertib dan aman. Tidak ada keributan selama konser itu digelar.

Di awal pertunjukan, para penonton yang didominasi remaja, disuguhi lagu berjudul ‘Wonder Women’ yang dibawakan oleh The Virgin. Duet antara Dara dan Mitha, tak pelak membuat para pengunjung konser ikut berdendang dan bergoyang. Sekitar 10 lagu dilantunkan oleh The Virgin.

Setelah itu, Nidji dengan sang vokalis, Giring, mengentak penonton dengan lagu-lagu hitsnya.

‘Arti Sahabat’ mengawali aksi panggung Nidji. Goyangan badan ribuan penonton mengayun seiring irama musik yang dimainkan para personel Nidji.

Konser berakhir setelah ‘Laskar Pelangi’ membahana di seantero Lapangan Kuncup. Lagu yang menjadi soundtrack film Laskar Pelangi menjadi tembang penutup konser. (*)

http://id.omg.yahoo.com/news/virgin-dan-nidji-mengentak-pringsewu-173405902.html

Wakil Ketua DPRD Laporkan Bupati Tulang Bawang ke Polda Lampung

 

LAMPUNG (Pos Kota) – Disangka melakukan perbuatan tidak menyenangkan, Bupati Tulang Bawang Abdurahman Sarbini yang bisa dipanggil Mance dilaporkan ke Polda Lampung,oleh Bukhori Muzzamil Wakil Ketua DPRD Tulangbawang Barat dari Partai Golkar, pada Kamis (11/8).

Menurut Bukhori dirinya mendapat pesan singkat bernada ancaman dari Mance. Pesan singkat dikirimkan tanggal 10 Agustus dua kali pukul 17.17 WIB dan 20.23 WIB.

Menurut Bukhori, pesan yang dikirim Bupati berisikan : Mance tdk ad hutang, yang ada komit induk dan pemekaran Tubabar. Jg mulut kamu . Apalagi kamu anak kecil (…….) kamu temu kita dimana bpk kamu saja saya tidak takut.

Sedangkan pesan kedua yang dikirimkan Mance ke ponsel Buchori berisikan, tantangan Mance terhadap Bukhori. “Saya tidak takut dengan kamu tujuh turunan saya tidak takut kamu masih anak kecil,” ujar Buchori membacakan pesan singkat yang diterimannya.

Pesan Singkat Mance yang dikirimkan ke Bukhori ditengarai akibat peryataan Buchori di beberapa media massa yang menyebut Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang memiliki hutang ke Tulang Bawang Barat senilai Rp 7 miliar.

Dana Rp7 Miliar tesebut merupakan dana hiba dari pusat yang diperuntukan bagi Kabupaten Tubabar, yag seharusnya sudah diberikan. Namun sampai saat ini dana tersebut belum diserahkan ke Kabupaten Tubbabar.

Mance yang dihubungi via telpon membenarkan bahwa SMS tersebut benar dikirimkan ke Bukhori karena apa yang diinformasikan Bukhori kebeberapa media tidaklah benar.(Koesma/b

http://poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/11/wakil-ketua-dprd-laporkan-bupati-tulang-bawang-ke-polda-lampung

Penembak Made dalam Kasus Mesuji Terungkap

TEMPO.CO, Bandar Lampung – Mantan Kepala Kepolisian Daerah Lampung Inspektur Jenderal Sulistyo Ishak menyatakan pelaku penembakan yang mengakibatkan kematian Made Aste di kawasan Register 45, Mesuji, Lampung, adalah Brigadir Satu Septiawan. Pemeriksaan terhadap Septiawan, kata dia, sudah dilakukan. “Made Aste tewas ditembak Brigadir Satu Septiawan,” kata Sulistyo ketika dihubungi Jumat, 20 Januari 2012 kemarin.

Sulistyo kini bertugas di Sekolah Pimpinan Kepolisian RI. Ketika tragedi ini terjadi, pejabat Kepala Polda Lampung ini sekaligus sebagai ketua tim terpadu perlindungan hutan Lampung. Sulistyo membantah tudingan polisi merekayasa laporan kematian Made Aste, 40 tahun, pada penertiban di Kawasan Pelita Jaya, Register 45, Mesuji, 6 November 2010.

Dia menyayangkan beredarnya rekaman video kasus ini. Sebab, kata Sulistyo, kesahihan rekaman masih simpang siur. Menurut dia, isi video yang menggambarkan aksi anggota tim terpadu penertiban hutan di kawasan ini masih harus didalami. “Semuanya masih opini dan simpang siur. Lebih jelasnya, silakan tanya Kapolda Lampung,” kata Sulistyo. (Lihat: VIDEO EKSKLUSIF Rekayasa Peletakan Parang Pada Korban di Mesuji)

Tempo belum mendapat konfirmasi dari Kepala Polda Lampung Brigadir Jenderal Jodie Rooseto, yang saat ini mengikuti Rapat Pimpinan Nasional TNI-Polri di Jakarta. Pesan pendek yang dikirim Tempo belum dibalas. Telepon dan pesan pendek yang dikirim ke Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Sulistyaningsih juga belum berbalas.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan Polri masih dalam proses penyelidikan atas kasus tersebut. Ia juga menyatakan saat ini pemeriksaan sedang dilakukan di Polda Lampung. “AKBP Priyo sedang diperiksa di Lampung. Pemeriksaan dilakukan di wilayah, tidak di Mabes Polri,” katanya. Priyo adalah Kepala Kepolisian Resor Mesuji, atasan Septiawan ketika terjadi insiden itu.

Tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengungkapkan Made Aste tidak membawa senjata saat ditembak polisi. Adapun polisi menyatakan Made Aste ditembak karena menyerang petugas dengan senjata tajam. “Foto kematian Made yang kami sebar juga tidak memperlihatkan dia membawa senjata,” ujar Komisioner Komnas Jhony Simanjuntak, yang memimpin rombongan tiga hari setelah penembakan pada 6 November 2010 itu.

Menanggapi temuan Tim Gabungan pimpinan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam menganggap temuan itu hasil kerja tim yang tidak profesional dan independen. Tim itu justru telah menambah masalah baru untuk Lampung, karena seolah menjadi justifikasi bagi warga untuk datang dan merambah kawasan Register 45. “Jangan cuma omong besar, mampu tidak mengeluarkan mereka (perambah),” katanya melalui pesan pendek kepada Tempo kemarin.

Pernyataan Gubernur Sjahroedin membuat heran anggota tim, Tisnanta. Ia menyatakan pengungkapan kematian Made Aste dan penanganan perambah adalah dua hal yang berbeda.

http://www.tempo.co/read/news/2012/01/21/063378772/Penembak-Made-dalam-Kasus-Mesuji-Terungkap